Home » » Cara Mengompres Kode CCS Pada Blog Bagian 2

Cara Mengompres Kode CCS Pada Blog Bagian 2

Pengaruh di atas dapat membuat kecepatan blog menjadi berkurang atau menjadi lambat ketika orang lain mencoba untuk mengaksesnya. Dengan pengaruh negatif ini, tentunya blog kita akan ditinggalkan oleh blogger lain karena membutuhkan waktu yang lama untuk bisa masuk ke dalam blog, apalagi bagi pengguna internet yang memakai akses dial-up tentu sangat terasa pengaruhnya. Untuk itu Ane coba membuat beberapa cara untuk meringankan dan mempercepat loading blog. Sebagai berikut:

1. Test kecepatan loading blog

Hal pertama yang perlu dilakukan oleh teman-teman yaitu mengecek kecepatan loading
blog dalam beberapa website penyedia tool tersebut. Kita bisa menggunakan jasa ini dengan mencarinya di search engine Google atau bisa dengan mengunjungi iwebtool speed test.

2. Menggunakan kompresor GZIP dan Ob_gzhandler
Setelah mengetahui kecepatan loading blog, langkah selanjutnya untuk menambah kecepatan blog yaitu dengan mengkompress HTML size dengan menggunakan kode GZIP dan ob_gzhandler. Cara ini bisa mengurangi ukuran blog hingga 80% dari ukuran sebenarnya ketika blog diakses, karena sistem kerjanya adalah dengan mengkompress data yang masuk ke server provider blog baru kemudian di arahkan ke browser. Teman-teman hanya perlu mengcopy kode dibawah ini ke dalam kode template:

<?php if (substr_count($_SERVER['HTTP_ACCEPT_ENCODING'], 'gzip')) ob_start("ob_gzhandler"); else ob_start(); ?>

Atau kode dibawah ini

<?php
ob_start("ob_gzhandler");
?>

Kemudian paste/letakkan kode tersebut di atas kode

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1

dipaling atas template blog dan di save.


3. Convert/kompress ukuran gambar
Gambar yang di upload dalam blog juga bisa mempengaruhi lama tidaknya loading suatu blog, karena gambar apalagi yang ukurannya besar akan memakan bandwith yang cukup besar, sehingga untuk menampilkannya dibutuhkan beberapa waktu. Untuk itu sebelum upload gambar ( atau jika sudah diupload juga tidak masalah) ke dalam blog, kita bisa mengkompress atau convert ukuran file tersebut ke ukuran yang lebih kecil. Teman-teman bisa menggunakan jasa image optimizer secara gratis untuk merubah ukuran file tanpa mengurangi kualitas gambar tersebut. Setelah mengupload gambar ke dalam situs ini, kita bisa memilih jenis kompresi dalam bentuk JPEG, GIF dan PNG. Setelah itu tool image optimizer ini akan menampilkan hasil gambar dari kualitas gambar 90% sampai kualitas gambar paling rendah yaitu 10%.

4. Gunakan CSS compressor
Untuk lebih memaksimalkannya kita juga bisa mengkompress kode CSS dalam template blog dengan cara manual atau dengan bantuan online tool. Cara ini bertujuan untuk merampingkan ukuran kode CSS dalam blog dengan menghilangkan kode yang tidak perlu dan memadatkannya (contohnya: menghilangkan jarak spasi yang tidak diperlukan dan menghapus komentar). Untuk melakukannya teman-teman dapat mengcopy kode CSS dalam template blog kemudian kunjungi situs CSS drive compressor. Ada 3 pilihan jenis kompresi yaitu:

  • light
  • normal
  • super compact.
Sebaiknya pilih yang normal saja untuk hasil yang relevan. Sedangkan untuk komentar juga ada 3 pilihan:
  • don’t strip any comment
  • strip all comment
  • strip comment at least (...) characters long (not counting line breaks within comment)
Teman-teman dapat memilih apakah komentar tidak perlu dihapus, dihapus semua atau dihapus sebagian (menghapus komentar yang memiliki panjang beberapa karakter sesuai keinginan masing-masing). Jika ingin menggunakan custom setting sobat juga bisa memilih sendiri jenis kompresi yang diinginkan dengan merubahnya ke “advanced mode”. Layanan ini dapat mengkompress ukuran CSS antara 10%-20%.

5. Javascript compressor

Jika blog masih terasa berat, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengkompress kode widget (javascript) dalam blog. Caranya mirip dengan CSS compressor, yaitu dengan memadatkan kode javascript yang panjang sehingga lebih ramping tanpa mengurangi atau merubah fungsi widget tersebut. Untuk menggunakannya bisa mengunjungi situs
JS minifier dan memilih 3 tingkatan kompresi yaitu, minimal, conservative dan aggressive. Ane sendiri bisa mengkompress 5%-10% untuk masing-masing widget yang ada dalam blog. Tapi kalau untuk kode iklan sebaiknya jangan dikompress karena nanti bisa-bisa menimbulkan masalah.

6. Software HTML Compressor
Untuk alternatif lain, sobat bisa menggunakan software freeware “absolute html compressor” untuk mengkompress kode HTML baik secara default setting atau custom setting tanpa memerlukan koneksi internet. Software ini memiliki kemampuan yang sama dengan online tool CSS compressor dan javascript compressor. HTML compressor dapat didownload secara gratis di
alentum.com

7. Kualitas Hosting 
Ini bagi Anda yang memakai self-host sebagai tempat penyimpanan blog anda. Jika Anda menggunakan hosting, pilihlah yang berkualitas. Memilih hosting yang berkualitas bukanlah perkara mudah karena banyak penyedia hosting baik yang berbayar maupun gratisan sehingga membuat bingung memilih. Kualitas server, kehandalan, pelayanan server, fasilitas autobackup, tingkat secure dan harga adalah hal yang harus di pertimbangkan untuk memilih hosting. Anda bisa search di google untuk referensi mengenai hosting untuk Anda pilih. 

8.Meminimalisir penggunaan gambar 
Penggunaan gambar memang sangat di butuhkan untuk mempercantik dan pelengkap dalam blog. Namun penggunaan gambar juga akan akan mempengaruhi kecepatan akses suatu blog, hal ini disebabkan karena kapasitas ukuran gambar tersebut. Semakin besar ukuran gambar, maka semakin lama waktu load. Saran saya, sebaiknya memperkecil ukuran gambar (kompres) atau menghilangkan gambar yang tidak ada gunanya. 

9.Memanfaatkan Caching 
Penggunaan chacing ini hanya diperuntukan bagi Anda penguna wordpress sebagai CMS blog. Caching berguna untuk mempercepat waktu muat, karena penggunaan Chacing yaitu memanfaat data web yang sudah ada. Cara penggunaan chacing adalah dengan mendownload dan memasang plugin WP Super Cache pada wordpress Anda. 

10.Meminimalisir banner yang bergerak 
Banner yang bergerak juga mempengaruhi kecepatan akses blog, kapasitas banner sangat diperhitungkan dalam hal ini. Semakin besar, semakin berat ukuran blog. Sebaiknya juga di kurangi dalam penggunaan banner.

11.Perhatikan External Request dan Javascript 
Bagi Anda yang memiliki blog dengan penggunaan javascript, perhatikan manfaat dan kualitasnya. Karena penggunaan kode javascript juga mempengaruhi kecepatan blog yang di karenakan mereka mengeksekusi dan memanggil source code dari server mereka kemudian di tempatkan pada ruang blog yang telah kita sediakan. Lebih baik mengahapus Script yang kurang bermanfaat. 

12.Kompresi kode CSS 
CSS atau Cascading Style Sheets merupakan bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mengatur tampilan atau desain suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup biasanya halaman web. CSS akan menjadi alternatif bahasa pemrograman web di masa yang akan datang, dimana mempunyai banyak keuntungan. Kode CSS yang berlebihan akan sangat mempengaruhi ukuran blog, minimalkan css blog Anda agar lebih ringan dengan cara menghilangkan kode yang tidak berguna atau dengan cara mengkompresnya. Jangan khawatir bagi Anda yang kurang mengerti tentang bahasa pemrograman web seperti html dan css, Anda dapat memanfaatkan tools kompresi CSS yang bisa di cari melalui google

1 komentar:

Blogger mengatakan...

Submit your website or blog now for listing in Google and 300+ search engines!

Over 200,000 websites indexed!

Submit NOW via I Need Hits!!!

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Zone Files - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger